My Miaww :*

Senin, 16 Januari 2012

lalu dari sekian banyak galaksi, galaksi kita yang mana?

 
Bima Sakti (dalam bahasa Inggris Milky Way, yang berasal dari bahasa Latin Via Lactea, diambil lagi dari bahasa Yunani Γαλαξίας Galaxias yang berarti “susu”) adalah galaksi spiral yang besar termasuk dalam tipe Hubble SBbc dengan total masa sekitar 1012 massa matahari, yang memiliki 200-400 milyar bintang dengan diameter 100.000 tahun cahaya dan ketebalan 1000 tahun cahaya.[1] Jarak antara matahari dan pusat galaksi diperkirakan 27.700 tahun cahaya. Di dalam galaksi bima sakti terdapat sistem Tata Surya, yang didalamnya terdapat planet Bumi tempat kita tinggal. Diduga di pusat galaksi bersemayam lubang hitam supermasif (black hole). Sagitarius A dianggap sebagai lokasi lubang hitam supermasif ini. Tata surya kita memerlukan waktu 225–250 juta tahun untuk menyelesaikan satu orbit, jadi telah 20–25 kali mengitari pusat galaksi dari sejak saat terbentuknya. Kecepatan orbit tata surya adalah 217 km/d.

Di dalam bahasa Indonesia, istilah “Bima Sakti” berasal dari tokoh berkulit hitam dalam pewayangan, yaitu Bima. Istilah ini muncul karena orang Jawa kuno melihatnya sebagai bayangan hitam yang dikelilingi semacam “aura” cemerlang. Sementara itu, masyarakat Barat menyebutnya “milky way” sebab mereka melihatnya sebagai pita kabut bercahaya putih yang membentang pada bola langit. Pita kabut atau “aura” cemerlang ini sebenarnya adalah kumpulan jutaan bintang dan juga sevolume besar debu dan gas yang terletak di piringan/bidang galaksi. Pita ini tampak paling terang di sekitar rasi Sagitarius, dan lokasi tersebut memang diyakini sebagai pusat galaksi

Bima Sakti (dalam bahasa Inggris Milky Way, yang berasal dari bahasa Latin Via Lactea, diambil lagi dari bahasa Yunani Γαλαξίας Galaxias yang berarti “susu”) adalah galaksi spiral yang besar termasuk dalam tipe Hubble SBbc dengan total masa sekitar 1012 massa matahari, yang memiliki 200-400 milyar bintang dengan diameter 100.000 tahun cahaya dan ketebalan 1000 tahun cahaya.[1] Jarak antara matahari dan pusat galaksi diperkirakan 27.700 tahun cahaya. Di dalam galaksi bima sakti terdapat sistem Tata Surya, yang didalamnya terdapat planet Bumi tempat kita tinggal. Diduga di pusat galaksi bersemayam lubang hitam supermasif (black hole). Sagitarius A dianggap sebagai lokasi lubang hitam supermasif ini. Tata surya kita memerlukan waktu 225–250 juta tahun untuk menyelesaikan satu orbit, jadi telah 20–25 kali mengitari pusat galaksi dari sejak saat terbentuknya. Kecepatan orbit tata surya adalah 217 km/d.

Di dalam bahasa Indonesia, istilah “Bima Sakti” berasal dari tokoh berkulit hitam dalam pewayangan, yaitu Bima. Istilah ini muncul karena orang Jawa kuno melihatnya sebagai bayangan hitam yang dikelilingi semacam “aura” cemerlang. Sementara itu, masyarakat Barat menyebutnya “milky way” sebab mereka melihatnya sebagai pita kabut bercahaya putih yang membentang pada bola langit. Pita kabut atau “aura” cemerlang ini sebenarnya adalah kumpulan jutaan bintang dan juga sevolume besar debu dan gas yang terletak di piringan/bidang galaksi. Pita ini tampak paling terang di sekitar rasi Sagitarius, dan lokasi tersebut memang diyakini sebagai pusat galaksi

GALAKSI BIMA SAKTI TERANCAM DITABRAK AWAN RAKSASA

Gumpalan awan raksasa yang mengandung gas
 hidrogen dalam volume sangat besar tengah melesat mendekati piringan Galaksi
 Bima Sakti, tempat tata surya kita berada. Tabrakan dahsyat yang diperkirakan
 terjadi antara 20-40 juta tahun lagi akan menghasilkan kembang api spektakuler
 di langit. Objek tersebut diberi nama Awan Smith, diambil dari nama Gail Smith,
 seorang astronom AS yang mendeteksinya pertama kali pada tahun 1963 saat
 meneliti di Universitas Leiden, Belanda.
 Sejak ditemukan, para astronom masih berdebat apakah awan tersebut benar-benar
 mendekati galaksi Bimasakti atau menjauhinya. Rekaman data yang ada selama ini
 masih terbatas dan tidak jelas apakah objek tersebut bagian dari kabut
 Bimasakti atau masih bergerak ke arahnya. Sejauh ini, para peneliti hanya
 mendeteksi gas dan tidak ada satupun bintang di dalamnya. Satu-satunya cara
 melihtanya adlah dengan teleskop radio karena gas dingin tidak memancarkan
 cahaya, tetapi memantulkan gelombang radio.
 Jika dilihat dari Bumi, lebar gumpalan awan
 tersebut sebanding dengan 30 kali lebar Bulan. Dari kepala ke ujung ekornya
 cukup untuk menyelimuti rasi bintang Orion. Hasil pengamatan baru menggunakan
 teleskop radio terkendali paling besar di dunia, Teleskop Green Bank (GBT) di
 Virginia Barat, AS,
 menunjukkan bahwa objek tersebut bergerak ke arah galaksi Bimasakti. Bahkan,
 seperti dilaporkan gabungan tim astronom dari Observatorium Astronomi Radio
 Nasional AS (NRAO) dan Universitas Winconsin Whitewater dalam pertemuan
 Masyarakat Astronomi Amerika ke-211 di Austin, Texas
 baru-baru ini, gaya dorongnya telah
 menyentuh kabut Bimasakti. “Jika tabrakan terjadi, hal tersebut akan
 memicu lahirnya formasi bintang-bintang baru. Akan banyak bintang raksasa yang
 terbentuk, berumur pendek, dan meledak sebagai supernova yang memancarkan
 cahaya menyilaukan,” ujar Ketua tim peneliti, DR. Felix Lockman, dari
 NRAO. Sebab, Awan Smith membawa energi sangat besar berupa gas hidrogen yang
 cukup untuk membentuk jutaan bintang seukuran Matahari. Awan Smith merupakan
 gumpalan gas yang berukuran panjang mencapai 11.000 tahun cahaya dan lebar
 2.500 tahun cahaya. Objek tersebut saat ini berada 40.000 tahun cahaya dari
 Bumi dan 8.000 tahun cahaya dari piringan Bimasakti.
 Objek yang pantas disebut kabut monster di ruang
 kosmos ini bergerak dengan kecepatan 240 kilometer perdetik dan diperkirakan
 menabrak piringan galaksi Bimasakti dengan kemiringan 45 derajat. Tabrakan akan
 terjadi di pinggir piringan Bimasakti yang jarak ke pusatnya hampir sama dengan
 jarak tata surya kita ke pusat galaksi. Namun, posisinya jauh dari tata surya
 kita, diperkirakan berjarak 90 derajat terhadap pusat piringan. “Kami
 tidak tahu dari mana asalnya, apalagi orbitnya membingungkan, namun kami
 katakan bahwa ia mulai berinteraksi dengan bagian terluar Bimasakti,”
 tandas Lockman
sumber:islam dan pengetahuan.blogspot.com


Maha Besar Allah yang telah menciptakannya
Wallahu A'lam

0 komentar:

Posting Komentar

Apa cuaca hari ini? :)