My Miaww :*

Sabtu, 21 Januari 2012

Bintang Jatuh atau Hujan Meteor

Bintang Jatuh atau Hujan meteor sebenarnya adalah fenomena astronomi biasa,, hal ini menjadi spesial karena meteor yang terlihat jumlahnya mencapai ratusan setiap jam secara silih berganti selama beberapa hari. Seperti kali ini sambil menanti waktu sahur hingga matahari terbit, Anda berkesempatan untuk menyaksikan “bintang jatuh” ( lintang ngalih ) melesat di langit. Karena puncak hujan meteor Perseid akan berlangsungantara 12-13 Agustus 2011.  Perseid merupakan salah satu hujan meteor paling besar yang rutin terjadi setiap tahun.
Pada puncak hujan meteor Perseid, diperkirakan ada sebanyak 60-120 meteor yang bisa teramati per jamnya. Menurut situs astronomi Space.com, Rabu, (11/8/2011), waktu pengamatan yang tepat adalah sekitar pukul 01.00 dini hari waktu masing-masing daerah.
Pengamatan terbaik adalah dengan cara mengarahkan pandangan ke arah timur laut, tempat rasi Perseus. Meteor akan bergerak secara radian dari bagian atas rasi bintang tersebut. Namun, pengamatan kali ini mungkin agak terganggu karena cahaya bulan yang terang mendekati purnama. Langit benar-benar gelap hanya beberapa menit saja menjelang matahari terbit. Jika anda ingin melihat lebih jelas, matikan semua lampu penerangan, usahakan memiliki teleskop, ( saat bulan purnama, intensitas cahaya meteor akan kalah dengan cahaya bulan, jadi tidak jelas terlihat ).

Hujan Meteor Yang Lain

Hujan meteor Perseid berlangsung bersamaan dengan hujan meteor Delta Aquarids . Hanya saja, jumlah meteor yang bisa disaksikan mungkin tak sebanyak Perseid. Hujan meteor Delta Aquarids sebenarnya sudah terjadi sejak 14 Juli 2011 lalu dan masih akan berlangsung hingga 18 Agustus 2011 mendatang.
Meteor Perseid berasal dari komet 109P/Swift-Tuttle. Setiap bulan Agustus, Bumi memasuki bekas lintasan komet itu sehingga debu-debu dan batu yang tersisa di lintasan komet masuk ke atmosfer Bumi sebagai hujan meteor, dengan kecepatan sekitar 60 kilometer per detik. Posisi terdekat komet ini dengan Matahari yang terakhir terjadi pada 1992.
Meski hujan meteor Perseid sudah berlangsung sejak tahun 1990-an, hingga kini hujan meteor tersebut tetap terjadi. Menurut Hakim, hal itu terjadi karena besarnya diamater inti komet, yang menurut Space.com mencapai 9,7 kilometer. Walaupun terjadi berulang, hujan meteor ini tidak akan menimbulkan efek berarti bagi Bumi. Dalam jangka panjang, banyaknya hujan meteor bisa menimbulkan penumpukan debu di bagian atas atmosfer Bumi sehingga bisa menghalangi cahaya Matahari.
Karena cahaya bulan terang maka hujan meteor Perseid tahun ini termasuk bukanlah yang terbaik. Sementara meteor Delta Aquarids akan bergerak dengan kecepatan 42 kilometer per detik. Wilayah tropis Bumi bisa menyaksikan hujan meteor ini lebih baik dibanding wilayah lain.

Bahaya Hujan Meteor Mengancam Bumi

Hujan meteor paling kuat dalam lebih dari satu dekade terakhir mengancam sejumlah satelit termasuk teleskop luar angkasa Hubble dan Stasiun Luar Angkasa Internasional. Peringatan tersebut diberikan oleh para peneliti NASA.
Para ahli astronomi percaya, bombardemen komet selama tujuh jam akan datang tahun 2011. Komet ini dapat mengenai armada luar angkasa dan menghancurkan peralatan elektronikanya. Hujan meteor tersebut akan menghasilkan pemandangan yang spektakuler bagi para pengamat bintang.
Adalah Draconids, nama hujan meteor yang akan melintasi orbit bumi yang mengelilingi Matahari setiap Oktober. Nama itu diberikan karena meteor-meteor itu terlihat mengalir dari arah konstelasi Draco the Dragon. Meteor itu juga disebut sebagai Giacobinid karena nama komet yang melintasi mereka, Giacobini-Zinner.
NASA mengakui, mereka belum mengetahui seberapa serius badai tersebut. Namun katanya,  operator armada luar angkasa telah diperingatkan untuk mengembangkan mekanisme pertahanan diri.
Hasilnya, NASA kini sedang melakukan penyelidikan mengubah arah stasiun luar angkasa internasional dan teleskop luar angkasa Hubble untuk menjamin obyek itu aman dari serbuan meteor yang datang.
Selain itu, akan ada larangan sementara bagi perjalanan luar angkasa hingga ancaman dari arus partikel batu tersebut telah lewat. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi satelit termasuk ornamen – ornamen yang menyediakan layanan-layanan vital seperti komunikasi, navigasi satelit dan televisi akan menghadapi badai tersebut.
Sementara itu, terlepas dari bahaya fisik tabrakan secara langsung, kekuatan elektrostatis dari hujan meteor dapat membakar komponen elektronika vital mereka. Umumnya, tiap tahun intensitas meteor yang melintas rata-rata cukup rendah, namun dapat secara dramatis meningkat setiap sekitar 13 tahun ketika bumi melintasi wilayah dangan arus partikel meteor terpadat.
Intensitas tertinggi terjadi pada tahun 1933 di bawah kondisi ideal di mana pengamat dapat melihat 54.000 meteor per jamnya dan 10.000 meteor per jamnya pada tahun 1946. Pemandangan hujan meteor besar terakhir terjadi pada tahun 1998, dengan hanya beberapa ratus meteor setiap jamnya, yang tetap merupakan hujan meteor terbesar selama tahun-tahun terakhir ini.
William Cooke, dari Meteoroid Environment Office di pusat penerbangan angkasa Marshall NASA di Alabama mengatakan, rencana sedang dikembangkan untuk menghindari masalah ketika badai meteor tersebut diperkirakan akan menghantam bumi.
“Prediksi komputer menyimpulkan bahwa beberapa ratus metor setiap jamnya dapat terlihat dari bumi pada tanggal 8 Oktober tahun depan.” katanya. “Kami sebelumnya benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi. Sekarang kami memiliki perasaan yang lebih baik,” katanya pada space.com.
“Kami sudah mulai bekerja dengan program NASA lain untuk menangani risiko armada luar angkasa. Saya membayangkan ketika berita tersebar keluar bahwa akan ada semburan draconid, saya akan mendapatkan telepon dari perusahan dan juga program luar angkasa pemerintah. “Jika anda ditabrak oleh sebuah meteor sporadis, maka itu adalah kehendak Tuhan. Jika anda ditabrak oleh hujan meteoroid, maka itu adalah sebuah kelalaian.”
Dia menambahkan: ”Bahkan jika Draconids merupakan badai meteor berkekuatan penuh saya akan yakin bahwa stasiun luar angkasa akan mengambil langkah tepat untuk memitigasi risikonya. Peringatannya pertama kali dinyatakan dalam sebuah konferensi meteoroid bulan lalu di Colorado. Peringatan itu muncul setelah peringatan NASA -satelit juga berada dalam risiko badai api matahari, yang akan terjadi di tahun 2013
sumber: make money online
Maha Besar Allah yang telah enciptakannya
Wallahu a'lam

0 komentar:

Posting Komentar

Apa cuaca hari ini? :)