My Miaww :*

Minggu, 22 Januari 2012

Planet dari Berlian! :O

Kalian tahu Berlian? Waw siapa yang tidak tahu batu paling mahal dan indah itu?
Para tim astronom dari Italia, Amerika, Jerman dan Australia yakin bahwa mereka telah menemukan sebuah planet yang terbuat dari batu berlian sepenuhnya! Para ilmuwan dari University of Manchester berpikir bahwa mereka telah menemukan sebuah bintang masif di galaksi Bima Sakti yang berubah menjadi planet kecil dari batu berlian.

Planet dari batu berlian? Wao.. tak bisa dibayangkan seberapa ‘kaya’nya kita jika memilikinya.
Jadi sebenarnya nih planet ditemukan secara tak sengaja saat para peneliti sedang mengamati bintang aneh yang terdeteksi radar. Bintang aneh yang bernama pulsar itu kemudian dimata-matai menggunakan sebuah teleskop yang berbasis di sebuah observatorium di Cheshire.
Dan penemuan itu lalu menuntun para ilmuwan untuk menemukan planet yang mengorbit di sekitar pulsar bernama PSR J1719-1438. Planet ini sebenarnya terbuat karbon dan oksigen yang saking padatnya mengkristal dan menjadi seperti batu berlian.
Jika planet lain kebanyakan terbuat dari bahan yang lebih ringan seperti helium dan hidrogen, maka planet ini diduga memiliki komposisi dasar yang lebih berat.
Tak hanya terbuat dari batu sejernih berlian, diameter planet ini ternyata juga berukuran lima kali lebih besar dari bumi, sebagaimana dikutip dailymail. Hebatnya, ukuran planet yang lumayan besar ini memiliki massa yang lebih besar dari planet Jupiter namun tak terhisap oleh gravitasi bintangnya, si pulsar yang berputar lebih dari 10.000 kali per menit dengan massa sekitar 1.4 kali lebih besar dari matahari.
Pulsar adalah bintang kecil yang berputar dengan cepat yang ukuran diameternya lebih dari 10 mil, kira-kira seukuran kota kecil yang memancarkan gelombang radio.
Planet berlian terjadi dengan proses yang sedikit rumit. Berawal dari dua bintang yang berada dalam satu orbit dan kemudian salah satu bintang tersebut meledak saat usianya sudah tua. Sebagaimana hukum planet, kalau meledak biasanya berubah menjadi bintang raksasa berwarna merah. Nantinya bintang merah tersebut akan berubah menjadi bintang katai putih.
Nah akhirnya si pulsar mulai menghisap materi dari si katai putih namun si pulsar tak berhasil menghisap semuanya. Nah inti dari si katai putih inilah yang akhirnya menjadi planet. (Bayangkan kulit jeruk yang dihisap oleh si pulsar dan tersisa buah jeruknya saja).
Biasanya nih dalam beberapa kasus, si katai putih akan ‘dimakan’ oleh si pulsar jika jarak keduanya terlalu dekat.
ini dia video ilustrasinya

Sabtu, 21 Januari 2012

Bintang Jatuh atau Hujan Meteor

Bintang Jatuh atau Hujan meteor sebenarnya adalah fenomena astronomi biasa,, hal ini menjadi spesial karena meteor yang terlihat jumlahnya mencapai ratusan setiap jam secara silih berganti selama beberapa hari. Seperti kali ini sambil menanti waktu sahur hingga matahari terbit, Anda berkesempatan untuk menyaksikan “bintang jatuh” ( lintang ngalih ) melesat di langit. Karena puncak hujan meteor Perseid akan berlangsungantara 12-13 Agustus 2011.  Perseid merupakan salah satu hujan meteor paling besar yang rutin terjadi setiap tahun.
Pada puncak hujan meteor Perseid, diperkirakan ada sebanyak 60-120 meteor yang bisa teramati per jamnya. Menurut situs astronomi Space.com, Rabu, (11/8/2011), waktu pengamatan yang tepat adalah sekitar pukul 01.00 dini hari waktu masing-masing daerah.
Pengamatan terbaik adalah dengan cara mengarahkan pandangan ke arah timur laut, tempat rasi Perseus. Meteor akan bergerak secara radian dari bagian atas rasi bintang tersebut. Namun, pengamatan kali ini mungkin agak terganggu karena cahaya bulan yang terang mendekati purnama. Langit benar-benar gelap hanya beberapa menit saja menjelang matahari terbit. Jika anda ingin melihat lebih jelas, matikan semua lampu penerangan, usahakan memiliki teleskop, ( saat bulan purnama, intensitas cahaya meteor akan kalah dengan cahaya bulan, jadi tidak jelas terlihat ).

Jumat, 20 Januari 2012

mengapa pluto bukan planet lagi?

Ribuan astronom yang berkumpul di Praha, Ceko akhirnya memutuskan bahwa Pluto tidak masuk dalam kategori planet pada pertemuan puncak International Astronomical Union (IAU) Kamis (24/8). Alasannya, Pluto tidak memiliki orbit yang dominan seperti delapan planet lainnya.

Meskipun demikian, benda langit yang dikenal sebagai planet kesembilan selama 76 tahun di Tata Surya dimasukkan ke dalam klasifikasi baru yang disebut planet kerdil. Selain Pluto, Charon, Xena, dan Ceres juga dimasukkan dalam kategori baru ini.

"Saya sangat terharu hari ini sebab pada hari terakhir kami harus mendeskripsikan Tata Surya sebagaimana mestinya, suka atau tidak," kata Profesor Iwan Williams, kepala panel IAU yang bekerja dalam beberapa bulan terakhir untuk mendefinisikan istilah planet.

Definisi yang tegas diperlukan sejak teleskop berteknologi mutakhir berhasil menunjukkan objek-objek langit baru yang berukuran sebanding Pluto. Tanpa batasan yang tegas, jumlah benda-benda langit yang disebut planet di Tata Surya mungkin bisa mencapai 50 atau lebih.

Dalam sidang umum IAU, para astronom sepakat bahwa benda langit dapat disebut sebagai planet jika mengorbit bintang namun bukan sebagai bintang yang memancarkan sinar. Selain itu, ukurannya harus cukup besar sehingga memiliki gravitasi yang membuatnya berbentuk bulat dan memiliki orbit yang jelas berbeda dengan objek langit lainnya.

Apa cuaca hari ini? :)